Masa Pendudukan Jepang di Indonesia - Tugas Sejarah Indonesia
disusun oleh : Aurelia Fury dan Dimas Wirayudha (XI MIPA 2)
1. Mengidentifikasi mengenai masa awal kedatangan Jepang dengan membuat garis waktu kedatangan Jepang
2. Menjelaskan faktor yang menyebabkan Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
Kolonialisme merupakan istilah yang berasal dari kata “colonus”, artinya adalah menguasai. Oleh sebab itu, kolonialisme dapat dimaknai sebagai suatu upaya yang dilakukan suatu negara untuk menguasai wilayah tertentu di luar negaranya. Tujuan dari kolonialisme suatu negara ialah untuk mencapai kekuatan dominan di berbagai bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hal ini terjadi sebab sebuah negara yang ingin melakukan kolonialisme tidak memiliki kekayaan bumi yang dibutuhkan.
Faktor pemicu sejarah Jepang masuk Indonesia. Kala itu, Jepang khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk perang dan industrinya, sementara itu di tahun yang sama, Jepang juga mulai merencanakan penaklukan Asia Tenggara dalam rangka ekspansi Sumber Daya Alam (SDA), khususnya untuk pemenuhan ketersediaan bahan bakar kebutuhan perang dan industri. Indonesia menjadi salah satu tujuan ekspansi Jepang untuk pemenuhan SDA. Tujuan utama Jepang menduduki Indonesia adalah untuk menguasai sumber - sumber alam dan juga rempah, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber pasokan minyak utama.
Sedangkan, imperialisme adalah suatu paham yang menjadi dasar suatu negara untuk menguasai negara lain dengan membentuk pemerintahan jajahan. Tujuannya adalah untuk bisa menguasai segala aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, serta militer. Paham ini pernah diterapkan oleh berbagai negara, salah satunya Jepang, pada awal abad ke-20.
Lantas mengapa Jepang bisa menjadi negara imperialis? Padahal berdasarkan sejarah sendiri, Jepang pernah melakukan politik isolasi yang secara logika membuat mereka menjadi negara yang lemah dan terbelakang dari kehidupan internasional. Berikut Faktor pendukung Jepang untuk menjadi negara imperialis.
1. Adanya Restorasi Meiji
Kemunculan Jepang menjadi negara imperialis tidak dapat dilepaskan dari peristiwa Restorasi Meiji pada 1866-1869. Jepang merupakan negara kekaisaran yang seharusnya kekuasaan tertinggi berada di tangan kaisar. Namun, sejak abad ke-12, pemerintahan Jepang dijalankan oleh shogun atau panglima militer, sementara kaisar hanya semacam simbol. Selama pemerintahan keshogunan berkuasa, banyak terjadi ketidakpuasan dari rakyat yang kemudian menuntut pemulihan peran kaisar. Upaya pemulihan kekuasaan kaisar ini akhirnya dapat terwujud ketika Kaisar Matsuhito atau dikenal sebagai Kaisar Meiji, naik takhta. Pada akhir abad ke-19, Kaisar Meiji berhasil menggulingkan kekuasaan keshogunan dan berupaya memodernisasi Jepang melalui peristiwa Restorasi Meiji. Setelah restorasi, Jepang yang tadinya menutup diri dari negara asing, menjadi terbuka terhadap kehadiran asing.
2. Jepang Butuh Lahan Pasar dan Lahan Penanaman Modal
Dikarenakan jepang merupakan negara industri. Tentu mereka butuh lahan pasar untuk memasarkan hasil produksinya. Jika mereka hanya memasarkan kepada warga mereka sendiri, apa gunanya menjadikan negara sebagai negara industri. Di samping itu, kita semua tahu bahwa negeri China merupakan salah satu negeri dengan penduduk yang sangat banyak. Hal ini sangat cocok sekali apabila Jepang melakukan pemasaran terhadap penduduk China. Oleh sebab itulah Jepang berfikir bahwa jika mereka melakukan imperialisasi terhadap negeri China, mungkin saja mereka bisa memasarkan lebih hasil produksinya. Jepang pun terfikirkan akan jauhnya lokasi antara jepang dan china. Hal ini membuat adanya fikiran bahwa dengan mereka melakukan imperialisasi, mereka pun bisa turut menanamkan modal industri di negara tersebut.
3. Adanya ajaran Hakko I Chiu
Mayoritas penduduk jepang beragama shinto yang merupakan agama asli jepang. Dalam agama tersebut, ada sebuah ajaran yang membuat mereka terbersit untuk menjadi negara imperialis. Yakni adanya ajaran Hakko I Chiu dimana dalam ajaran tersebut, mereka meyakini bahwa seluruh bangsa di dunia ini adalah keluarga dengan jepang sebagai kepala keluarganya. Ajaran ini membuat niatan jepang dan tekad jepang menjadi negara imperialis sangat kuat.
4. Pekerja Jepang Terbengkalai di Negeri Orang
Tak hanya produk jepang yang mengalami pembatasan, para pekerja jepang yang berkualitas namun bisa dibayar murah juga membuat masalah di negeri pasar. Banyak para pekerja lokal yang menganggur akibat masuknya pekerja jepang yang handal namun murah. Maka dilakukanlah proses penyeleksian ketat terlebih dahulu bagi para pekerja jepang yang hendak bekerja di negerinya. Hal ini memang efekti dilakukan. Namun secara langsung, hal ini membuat banyak pekerja jepang yang tebengkalai dan terlantar di negeri orang karena tidak mendapat pekerjaan.
Keadaan ini sangat disayangkan oleh kaisar jepang, hingga kaisar terbersit untuk mengubah negaranya menjadi negara imperialis agar para pekerja japang dapat bekerja layak dan tidak terbengkalai di negeri orang.
3. Menganalisa kehidupan sosial politik ekonomi budaya masa Jepang
ASPEK SOSIAL
ASPEK POLITIK dan MILITER
ASPEK EKONOMI
Sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya. Wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.
Pada bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang.
1. Menyita asset-asset ekonomi yang penting
2. Adanya kebijakan Self-Sufficiency
3. Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi
ASPEK BUDAYA
Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia. Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa Indonesia hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Dahulu, para seniman dan media pers Indonesia tidak sebebas sekarang. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang kemudian digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan media pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.
https://p2k.utn.ac.id/ind/2-3077-2966/Era-Pendudukan-Jepang_29577_utn_p2k-utn.html

Komentar
Posting Komentar